BPJS Ketenagakerjaan Bantah Adanya Kebocoran Data Peserta

BPJS Ketenagakerjaan

Deputi Bidang Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, Oni Marbun mengaku bahwa pihaknya telah melakukan investigasi, bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sejak muncul kabar peretasan data oleh Hacker bernama Bjorka.

Dari hasil investigasi tersebut kata Oni, dugaan sementara sumber kebocoran data bukan berasal dari BPJS Ketenagakerjaan.

Pihaknya pun lanjut Oni telah melakukan langkah preventif penguatan sistem keamanan teknologi informasi terhadap potensi gangguan data. Yakni dengan meningkatkan proteksi dan ketahanan sistem.

Adapun proses investigasi saat ini masih terus berlangsung dan BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen untuk terus menjaga keamanan data para peserta.

“Sebagai bentuk tanggung jawab kami sebagai pengelola data peserta, akan terus menindaklanjuti hal ini secara serius. Secara berkala kami akan menyampaikan perkembangan tentang kejadian ini kepada publik secara berkala,” tutup Oni dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (15/3/2023).

Seperti diketahui Bjorka menjual 19 juta data yang disebutnya milik BPJS Ketenagakerjaan di forum Breached pada Minggu (12/3) kemarin.

Pada forum tersebut, data yang diklaim telah diretas Bjorka antara lain Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama, email, nomor ponsel, alamat, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, pekerjaan, tempat bekerja dan lain-lain.

Data-data itu dibanderol dengan harga US$10.000 atau Rp154 juta. Di sana dia juga menulis bahwa dirinya hanya menerima pembayaran dalam bentuk Bitcoin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*