Emiten IPO Boncos Mulu, Bos Bursa Akhirnya Buka-Bukaan

Pengunjung melintas dan mengamati pergerakan layar elektronik di di Jakarta, Selasa (2/1/2018).

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyoroti saham-saham yang baru saja melakukan pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) di pasar modal. Pasalnya, emiten yang baru saja listing sahamnya langsung anjlok hingga menyebtuh batas bawah.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna menyebut, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan harga saham sejumlah emiten terus menurun hingga menyebtuh ARB saat debut perdananya.

Dalam hal ini, Nyoman akan memberi peringatan kepada underwriter emitennya. Sebab, posisi underwriter merupakan peran yang paking mengerti terkait kondisi suatu perusahaan. Underwiter juga yang melakukan promote suatu perusaahan untuk masuk ke pasar modal.

“Karena posisi underwriter adalah posisi yang sangat strategis, dia itu sebagai promotor dan pihak yang paling mengerti terkait dengan kondisi perusahaan dan yang mempromote perusahaan ini untuk naik kelas masuk ke ranah pasar modal,” ujarnya saat ditemui di gedung BEI, Rabu (8/3).

Nyoman melanjutkan lebih jauh, bukan hanya melakukan penilaian suatu perusahaan, tapi setelahnya underwriter juga dimina membuat laporan secara periodik. Hal itu dilakukan untuk menunjukkan kinerja perusahaan baik, dan untuk meyakinkan bahwa perusahaan yang dipromosikan adalah perusahaan yang memiliki prospek positif.

Selain itu, kaya Nyoman, BEI juga telah memanggil para underwriter untuk berkomunikasi lebih jauh terkait proses dan pemilihan suatu perusahaan dipromosikan masuk ke pasar modal.

Terakhir, BEI juga melakukan edukasi untuk mengingatkan terkait hal-hal penting yang perlu diketahui dalam mempromosikan suatu perusahaan melantai di BEI.

“Kami akan menyelenggarakan workshop secara periodik, dan komprehensif bagaimana mengingatkan mereka hal-hal penting apa saja yang perlu mereka ketahui,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*