Investor Nantikan Kabar Baru The Fed, IHSG Dibuka Labil

Karyawan melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (5/7/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan terakhir pekan ini, Kamis (6/4/23) dibuka menguat tipis 0,15% menjadi 6.829,86. Namun, sesaat kemudian IHSG berbalik arah ke zona merah.

Pada pukul 09.03, indeks melemah 0,12% ke level 6.811,48. Perdagangan menunjukkan terdapat 139 saham turun, 159 saham naik sementara 234 lainnya mendatar.

Perdagangan juga mencatatkan sebanyak 766 juta saham terlibat dengan nilai perdagangan baru mencapai Rp 364 miliar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami fluktuasi menjelang libur panjang pekan ini dan ketidakpastian ekonomi global. Rentang harga pergerakan IHSG diperkirakan akan berada di kisaran 6700-6860.

Pelaku pasar saat ini cenderung moderat di pasar ekuitas yang memiliki risiko relatif tinggi, terutama setelah data pekerjaan AS yang lemah. Laporan pembukaan lapangan kerja (JOLTS) pada Februari 2023 menunjukkan lapangan pekerjaan baru yang terbuka hanya 9,93 juta, anjlok 632.000 dibandingkan Januari 2023. Hal ini mendorong investor untuk beralih ke saham defensif, sehingga Indeks Nasdaq turun 1% pada perdagangan kemarin.

Meskipun demikian, harapan bank sentral AS The Federal (The Fed) melunak setelah data tenaga kerja AS tidak sepanas sebelumnya. Sebesar 56,5% pelaku pasar memperkirakan The Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Mei nanti, sementara 43,5% yakin bahwa The Fed akan menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis poin. Pejabat The Fed masih bersikukuh bahwa kenaikan suku bunga masih diperlukan untuk meredam inflasi.

Dalam sepekan terakhir, harga minyak acuan Brent dan jenis light sweet yakni West Texas Intermediate (WTI) menguat hingga 6,5%. Hal ini didorong oleh kebijakan OPEC+ yang akan memotong produksi minyaknya. Harga komoditas batu bara juga masih menjadi sorotan dalam negeri karena dapat memberi efek langsung terhadap harga emiten batu bara.

Namun, bagi-bagi dividen jumbo sektor batu bara sudah dimulai dari emiten tambang batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG). ITMG sepakati pembagian dividen tunai kepada pemegang saham pada tahun buku 2022 sebesar Rp6.416 per saham dengan yield sebesar 15,7%. Total nilai pembagian dividen sebesar US$ 474,63 juta atau Rp7,06 triliun.

Dari dalam negeri, capital inflow di antaranya datang dari lelang Devisa Hasil Ekspor (DHE) atau term deposit. Pada Selasa (5/4/2023), lelang DHE BI berhasil menyerap US$56,5 juta.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*