Konten Konyol & Flexing Bikin Cepat Sukses Jadi Selebgram?

akbar 'ajudan pribadi'

Selebgram Ajudan Pribadi kembali viral, namun kali ini bukan karena konten melainkan karena dirinya dibekuk polisi terkait penipuan senilai Rp 1,3 miliar. Saat ini, pria bernama Muhammad Akbar itu diamankan di Makassar.

Intinya, selebgram dengan 1 juta followers itu dilaporkan atas dugaan penipuan dan penggelapan.

Seperti diketahui, kisah perjalanan hidup Muhammad Akbar bisa dikatakan cukup inspiratif. Berkat profesinya yang saat itu menjadi ajudan pribadi Andi Rukman Karumpa, Sekjen Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) itu sempat hidup susah, pria ini sukses jadi selebgram dan terkenal di kalangan selebriti maupun para pesohor.

Media juga menyebutkan bahwa selain berhasil memperbaiki status ekonomi, Ajudan Pribadi juga dikabarkan memiliki aset berupa apartemen mewah senilai Rp 20 miliar.

Segala aksi konyol yang diwarnai dengan nada bicara belepotan dan pamer barang mewah adalah menjadi konten andalannya selama ini.

Pertanyaan pun muncul, apakah hanya dengan konten flexing dan konyol seseorang bisa menjadi selebgram sukses bak Ajudan Pribadi dalam waktu singkat? Tentunya tidak.

Berikut adalah tips untuk Anda yang ingin sukses di dunia maya sebagai selebgram atau influencer.

Tahu kepada siapa Anda berbicara

Kunci sukses utama dari menjadi influencer di media sosial adalah mengetahui apa yang disukai dan dicari oleh banyak orang, termasuk followers Anda.

Foto atau video yang diunggah Ajudan Pribadi sejatinya bersifat hiburan semata. Mereka yang memfollow akun tersebut tentu tertarik untuk melihat kekonyolan sang Ajudan Pribadi.

Pada intinya, apapun kontennya, selama hal itu memang dicari oleh banyak orang karena bersifat informatif atau menghibur, Anda bisa dengan mudah mendapatkan banyak pengikut.

Kenali berapa besar action yang dilakukan oleh followers Anda

Anggap saja Anda telah memiliki followers sebesar 1 juta, namun sebesar apapun followers Anda tentu tidak akan berharga jika tidak ada satupun yang melakukan tindakan signifikan.

Tindakan yang dimaksud bisa berupa mengunjungi website yang tertera di media sosial Anda, mendaftarkan diri dan menjadi database pelanggan, atau bisa saja melakukan pembelian.

Metode yang satu ini dikenal dengan istilah conversion rate.

Adapun metode menghitung conversion rate adalah dengan membagi jumlah aksi (tindakan) yang dilakukan followers terhadap barang yang kita promosikan di media sosial, dengan total jumlah followers Anda.

Semakin besar jumlah conversion rate menandakan semakin lihai Anda mempengaruhi orang untuk melakukan sesuatu. Hal itu sekaligus juga memvalidasi kesuksesan seorang selebgram atau influencer.

Keberuntungan itu ada

Sukses menjadi selebgram juga tak luput dari faktor keberuntungan. Namun keberuntungan tidaklah datang secara tiba-tiba, melainkan di saat Anda bisa memadukan skill Anda sebagai kreator konten dengan peluang yang ada.

Sebut saja, berkat munculnya suatu peristiwa yang ramai diperbincangkan, Anda berhasil membuat konten yang menarik dan bisa menarik perhatian banyak orang.

Dengan sering membaca tren yang ada dan mengamati konten-konten selebgram lain, kemampuan Anda dalam membuat konten juga akan semakin meningkat.

 

Popularitas bisa sirna

Tanpa inovasi di konten-konten Anda, maka popularitas Anda sebagai selebgram bisa saja sirna. Dan hal itu bisa berdampak pada hilangnya peluang-peluang besar untuk meraih penghasilan.

Adapun cara untuk menjaga eksistensi adalah dengan tetap aktif memposting konten dan menjaga kualitasnya.

Kualitas konten tentu harus meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Hal-hal yang bersifat monoton tentu bisa membuat para pengikut Anda bosan.

Tak ada salahnya untuk mengamati, meniru, dan memodifikasi konten-konten milik selebgram lain untuk menjaga kualitas konten yang kita produksi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*