Sosok ‘Guru’ Salim yang Beli Mall Super Mewah Singapura

Sukanto Tanoto (twitter @SukantoTanotoTF)

Kabar terbaru dari sektor usaha di Indonesia berasal dari Sukanto Tanoto. Taipan tersebut dikabarkan membeli pusat perbelanjaan Tanglin yang berada di kawasan perbelanjaan Orchard Road Singapura seharga 868 juta dolar Singapura atau US$ 645 Juta. Sukanto Tanoto sebetulnya bukan pemain baru dan sudah malang melintang di dunia usaha.

Lalu, siapa sebetulnya https://www.alternatifkas138.online/ Sukanto Tanoto?

Sukanto Tanoto lahir di Medan pada 25 Desember 1949 dengan nama asli Tan Kang Hoo. Sejak remaja dia dikenal senang berbisnis. Namun, pengalaman pertamanya terjun ke dunia bisnis dalam arti sesungguhnya terjadi saat bapaknya jatuh sakit pada 1966. Leo Suryadinata dalam Prominent Indonesian Chinese Biographical Sketches (2015) menyebut, Sukanto mengambil alih bisnis mobil milik keluarganya tepat di usia 17 tahun.

Namun, di tangan Sukanto bisnisnya tak hanya di sektor otomotif.

Dia nekat memulai bisnis baru, yakni di sektor bisnis kayu lapis. Dia memulai bisnis dari nol jingga akhirnya pada 1972 berani mendirikan perusahaan sendiri bernama CV Karya Pelita yang fokus di industri kertas dan perkayuan. Setahun kemudian, perusahaan menjelma menjadi PT Raja Garuda Mas dan berubah lagi menjadi PT Raja Garuda Mas International atau Royal Golden Eagle International (REGI).

Tak hanya di Indonesia bisnisnya juga bergerak di Malaysia. Khusus di Negeri Jiran, Sukanto mendirikan PT Bina Sarana Papan pada 1976. Lalu, mengutip buku Kaum Supertajir Indonesia (2008), dia juga mendirikan perkebunan kelapa sawit National Development Corporation di Filipina, Elektro Magnetic di Singapura, dan pabrik kertas di Cina.

Namun, selain berbisnis kayu dan kertas, Sukanto Tanoto juga bermain di industri sawit.

Kiprah Sukanto di sawit ini diketahui lewat tulisan Richard Borsuk dan Nancy Chng berjudul Liem Sioe Long dan Salim Group: Pilar Bisnis Soeharto (2016). Ya, lewat buku itu diketahui hubungan menarik Sukanto dengan keluarga Salim. Bahkan, kedua penulis tersebut menjuluki Sukanto sebagai sosok yang licin dan agresif.

Anthony Salim menganggap Sukanto lebih dari rekan bisnis, tetapi orang yang mengajari dirinya tentang kelapa sawit. Sebagai seorang guru dan mentor berbisnis, Salim menganggap Sukanto sosok yang pintar dan hebat. Sebab, Sukanto memulai bisnis dari nol sedangkan Salim hanya meneruskan bisnis orang tuanya yang moncer sepanjang Orde Baru.

Kolaborasi keduanya lantas menghasilkan simbiosis mutualisme. Saat Sudono Salim terlibat dalam bisnis di Inti Indo Sawit Sejati, langkah Sukanto Tanoto dalam bisnis kelapa sawit ikut menjadi maju.

“Bersama-sama mereka sebuah pabrik penyulingan minyak goreng di Medan dari Lam Soon (Singapura),” tulis Richard Borsuk dan Nancy Chng.

Berkat kesuksesannya merintis bisnis, Sukanto berada di peringkat ke-10 orang terkaya di Indonesia tahun 2022. Hartanya berjumlah US$ 2,8 milliar atau Rp 43,6 triliun.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*