Zelensky Terdesak! Kota Kunci Ukraina Mulai Diambil Rusia

Pemandangan situs saat upaya pencarian dan penyelamatan berlanjut di puing-puing bangunan setelah serangan rudal pasukan Rusia, pada 02 Maret 2023 di Zaporizhzhia, Ukraina. Sedikitnya empat orang tewas dan delapan lainnya luka-luka dalam serangan rudal di wilayah tenggara Zaporizhzhia, Ukraina, Kamis pagi. Sebuah roket yang ditembakkan oleh militer Rusia menghantam gedung berlantai lima, kata Kepolisian Nasional Ukraina dalam sebuah pernyataan. (Mustafa Ciftci/Anadolu Agency via Getty Images)

Rusia dilaporkan mulai berhasil menguasai kota Bakhmut di wilayah Timur Ukraina. Hal ini disampaikan oleh kelompok paramiliter pro-Moskow, Wagner Group.

Bakhmut akhir-akhir ini merupakan kota yang mengalami pertempuran paling sengit akhir-akhir ini. Baik Rusia dan Ukraina telah menderita banyak korban dalam perang memperebutkan kota itu.

Menurut pendiri dan kepala Wagner, Evgeny Prigozhin, pihaknya sudah mulai menguasai wilayah Timur Bakhmut. Kota ini, menurutnya, sangat penting bagi mobilisasi transportasi Ukraina.

“Unit PMC Wagner telah menduduki seluruh bagian timur Bakhmut. Segala sesuatu di sebelah timur Sungai Bakhmutka sepenuhnya berada di bawah kendali PMC Wagner,” kata Prigozhin seperti dikutip dari layanan persnya di saluran Telegramnya yang dilaporkan TASS, Rabu (8/3/2023).

Sebelumnya, Ukraina sendiri telah melaporkan kemajuan pesat tentara Rusia. Penasihat Presiden Volodymyr Zelenksy, Alexander Rodnyansky, bahkan mengatakan Ukraina bisa ‘mundur secara strategis’ dari kota itu jika diperlukan.

Namun, menurutnya, mundur bukan berarti Rusia akan dapat maju dengan sangat cepat setelahnya. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan banyak opsi.

“Militer kami jelas akan mempertimbangkan semua opsi. Sejauh ini, mereka telah menguasai kota, tetapi, jika perlu, mereka akan mundur secara strategis – karena kami tidak akan mengorbankan semua orang kami hanya untuk apa-apa,” katanya.

Bakhmut masuk dalam apa yang diklaim Rusia sebagai Republik Rakyat Donetsk (DPR). Moskow telah memasukkannya dalam kedaulatan Rusia dalam sebuah referendum beberapa bulan lalu.

Presiden Rusia Vladimir Putin sendiri bertekad untuk membebaskan DPR serta tetangganya, Republik Rakyat Luhansk (LPR), dari kekuasaan Ukraina. Menurutnya, banyak kelompok ultranasionalis telah melakukan persekusi kepada etnis Rusia, yang mayoritas mendiami wilayah itu, sehingga pengambilalihan keduanya merupakan langkah yang perlu dilakukan.

Namun menurut negara-negara Barat, langkah ini merupakan sesuatu yang ilegal. Barat dan sekutunya juga aktif dalam memberikan bantuan persenjataan bagi Kyiv untuk menahan pengambilalihan yang dilakukan pasukan Rusia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*